-->

Saturday, 16 May 2020

Sikap Gentle Sukandar Mendengar Rusunawa Ditolak Dokter Spesialis RSUD STS Tebo Sebagai Ruang Isolasi Bikin Terharu

Sikap Gentle Sukandar Mendengar  Rusunawa Ditolak Dokter Spesialis RSUD STS Tebo Sebagai Ruang Isolasi Bikin Terharu

Bupati Tebo, H.Sukandar

TEBO – Luar biasa jiwa dan sikap seorang kepala daerah Bupati Tebo, Sukandar ketika mendengar adanya penolakan dari dokter spesialis di RSUD STS Tebo jika Rusunawa dijadikan ruang isolasi untuk pasien Covid-9. Sontak tanggapan yang lugas dan penuh rasa kemanusiaan langsung dilontarkan oleh Bupati Tebo H.Sukandar ini penuh rasa haru.

Sebenarnya H.Sukandar sendiri sebelumnya mengaku belum menerima surat penolakan dari sejumlah dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Taha Saefudin (STS) Tebo, terkait rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo untuk menggunakan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) dirumah sakit tersebut untuk dijadikan tempat isolasi mandiri bagi pasien positif terpapar Covid-19 di Tebo

“Saya belum ada menerima surat tersebut,”ujarnya singkat.

Ketika ditanyakan kepadanya bagaimana sikap Pemkab Tebo tehadap penolakan para dokter spesialis tersebut yang salah satu alasan mendasar penolakan karena lokasi rusunawa dekat dengan Rumah Dinas (Rumdis) para dokter spesialis yang melakukan penolakan tersebut. Lagi-lagi Sukandar menanggapi dengan tenang dan tidak ingin terprovokasi dengan situasi yang jelimet saat ini, terlebih adanya alasan penolakan yang disampaikan melalui beberapa poin didalam surat edaran penolakan.

Sukandar juga dengan gamblangnya menyebutkan bahwa jika memang ada penolakan, dirinya akan menggunakan Rumdis Bupati Tebo sebagai tempat isolasi mandiri pasien positif Covid-19.

“Apabila ada penolakan rumah dinas bupati yang akan jadi tempat isolasi, biarlah saya yang keluar dari rumah dinas tersebut,”lanjutnya lagi.

Duuh sungguh sikap seorang kepala daerah yang lebih mendahulukan kepentingan masyarakatnya ketimbang dirinya. Tidak hanya itu saja, orang nomor satu dijajaran Pemkab Tebo tersebut terlihat kecewa dengan sikap para dokter spesialis tersebut.

“Yang mau di isolasi siapa? Hasil rapit semua yang di tes hasilnya negatif,” Sukandar balik tanya.

Sebelumnya beredar surat penolakan dari para dokter spesialis yang ada ditebo terkait Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Taha Saefudin (STS) Tebo yang direncanakan akan dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri mereka yang hasil ravid Testnya reaktif terpapar virus Corona atau Covid-19.

Dalam surat yang tertanggal 15 Mei 2020 dan ditujukan kepada Bupati Tebo yang ditandatangani oleh 13 orang dokter spesialis yang bertugas di RSUD STS Tebo, berisikan 6 poin, antara lain, pertama, Menolak Rusunawa dijadikan sebagai tempat karantina isolasi mandiri pasien positif Covid-19.

Dua, menggunakan Rusunawa sebagai tempat karantina melanggar protokol tata laksana Covid-19, tiga, dalam hal tindakan mereka (para dokter spesialis -red) menilai Yang telah dilakukan terhadap pasien positif Covid-19 ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan protokol tata laksana Covid-19.

Namun hingga berita ini, para dokter spesialis yang menandatangani surat penolakan tersebut belum berhasil dikonfirmasi, mereka dokter spesialis yang menolak tersebut antara lain Dr Ruqoyatul Himah, SPa, Dr Donal Purba, SpPD, Dr Tri Widiarni, SpKG, Dr Vitriyenti,SpPD, Dr Kurnia Sari Dewi, SpKK, Dr Rocky Edi,SpA, Drg M Reza SpPM, Dr Marno SpOG, Dr Zekky Richard,SpKK, Dr Surya Budiman,SpPD, Dr Yoke Fajar, SpB, Dr Duma Sari Siagiaan, SpP, Dr Kendrick Liong, SpOG.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada Direktur RSUD STS Tebo, Ketua Satgas Covid-19 RSUD STS Tebo, dan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Tebo.

Dalam suratnya para dokter spesialis ini juga menyebutkan penolakan sudah disampaikan kepada satgas Covid-19 RSUD STS Tebo dan manajemen RSUD STS Tebo, tapi tidak mendapatkan tanggapan.

Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, jika Pemkab Tebo tetap memaksa akan menggunakan Rusunawa sebagai tempat isolasi mandiri, maka para dokter spesialis tersebut disebut-sebut akan melakukan mogok dalam memberikan pelayanan medis.

“Informasinya begitu, kalau tetap lanjut rusunawa dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri, para dokter spesialis ini katanya akan melakukan mogok dalam memberikan pelayanan medis, benar tidaknya informasi tersebut saya kurang tau pasti,” ujar sumber sembari mewanti-wanti untuk merahasiakan namanya.(red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved