-->

Tuesday, 14 January 2020

Minta Pelaku Pengeroyokan Doni yang Tewas Diamuk Massa Ditangkap

Minta Pelaku Pengeroyokan Doni yang Tewas Diamuk Massa Ditangkap

Alm Doni Irwanto saat dibawa ambulan RSUD Tebo ke rumah duka

TEBO - Sudah 26 hari pasca kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah massa terhadap Doni Irwanto 
warga RT 007 Dusun Air Mancur Desa Teluk Kayu Putih Kec. VII Koto penanganannya sampai kini belum juga menemukan perkembangan. Doni yang tewas dikeroyok dengan tangan terikat pada Selasa (18/12) lalu kasusnya sudah dilaporkan ke pihak polisi.

Bahkan saat ini keluarga korban menanyakan tindak lanjut proses hukumnya sudah seperti apa. Pasalnya pasca dilayangkannya laporan adanya dugaan pengeroyokan yang menyebabkan kematian, pihak polisi baru memanggil dua orang saksi dari pihak keluarga Doni yakni nenek dan kakek Doni untuk dimintai keterangan.

Gadis Warga VII Koto yang juga keluarga Alm Doni menyayangkan kasus pengeroyokan yang menyebabkan kematian, sampai sekarang polisi belum menangkap pelaku pengeroyokan. Gadis dan keluarga Alm Doni saat ini masih menunggu tindak lanjut pihak polisi untuk mengungkap kasus pengeroyokan dan segera menangkap pelaku. 

"Iya ini sudah hampir sebulan, pelaku belum ditangkap juga. Ini negara hukum, jangan main hakim sendiri. Minta tolong pak polisi segera tangkap pelaku pengeroyokan. Takutnya mereka (pelaku'red) pengeroyokan ini sudah kabur," kata Gadis kepada media ini.

Sementara saat disinggung apakah sejauh ini sudah ada pemanggilan beberapa saksi untuk dimintai keterangan, Gadis mengakui memang sebelumnya polisi sudah memanggil saksi dua orang yakni, kakek dan nenek korban untuk dimintai keterangan. Sementara Gadis berharap saksi lain seperti masyarakat yang mengetahui kejadian di TKP harusnya dipanggil juga.

"Masyarakat mau katanya jadi saksi, asal ada pemanggilan resmi dari Polsek. Tapi kalau tidak ada surat pemanggilan resmi mereka dak mau,". Terang Gadis meyakini.

Untuk itu pihak keluarga berharap ada tindak lanjut terhadap kasus pengeroyokan ini. Karena kata dia, informasi yang ia dapat aksi pengeroyokan tersebut dilakukan oleh 10 orang. "Dan info terbaru ternyata korban pemerkosaan yang diberitakan kemarin janda, ternyata bukan janda dia itu ada kok suaminya," sebut Gadis lagi.

Terpisah Kanit Reskrim Polsek VII Ricardo saat dimintai keterangan terkait kasus pengeroyokan yang menyebabkan kematian, disampaikan dia bahwa kasusnya sekarang sudah dilimpahkan ke Polres Tebo. "Sejak tanggal 3 Januari 2020 lalu kasusnya sudah kita limpahkan ke Polres bang," kata Ricardo meyakini.

Sementara Banit Pidum, Reskrim Polres Tebo Aipda Pariyono, menyampaikan dengan tegas jika kasus dugaan pasal 170 yakni pengeroyokan yang menyebabkan kematian saat ini terus diselidiki. "Kita lagi selidiki ini. Mau kita tangkap ini. Tak bisa dibiar-biarkan," tegas Pariyono.

Lanjut Pariyono saat ini proses lidik tengah dilakukan. Pihaknya sebelumnya telah meminta keterangan dari saksi saat di TKP yang melihat secara langsung adanya aksi pengeroyokan tersebut. Ternyata kata Pariyono saksi yang mengetahui kejadian tersebut saat proses penyelidikan kemarin tidak koperatif.

"Waktu penyelidikan kemarin salah satu saksi keberatan untuk dimintai keterangan. Makanya kita lakukan pemanggilan melalui tokoh masyarakat," kata Pariyono.

Memang diakui Pariyono sebelumnya ada beberapa saksi yang sudah dimintai keterangan. Namun kata Pariyono saksi yang diperiksa kemarin hanya sebatas saksi petunjuk. "Memang saksi tersebut hanya sebatas mengetahui atau mendengar saja adanya kejadian pengeroyokan. Saksi yang melihat ini yang mau kita panggil," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Doni Irwanto (19) warga yang beralamat di RT 007 Dusun Air Mancur Desa Teluk Kayu Putih Kec. VII Koto ditemukan tergeletak dalam semak-semak dengan kondisi tangan terikat dan tanpa busana usai dikeroyok massa. Doni sebelumnya diduga telah melakukan tindakan perkosaan terhadap EW warga VII Koto. Dengan kejadian tersebut, keluarga almarhum minta warga yang melakukan pemukulan dituntut sesuai hukum yang berlaku.

Pelaku pemerkosaan yang ditemukan tergelatak dengan kondisi tangan terikat dan tanpa busana di dalam semak-semak sempat dirawat dipuskesmas VII Koto. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan akibat pukulan benda tumpul di sekujur tubuh.

"Karena sudah menghilangkan nyawa kami dari pihak keluarga menuntut dan meminta pelaku pengeroyokan itu diproses sesuai hukum," kata kelurga almarhum, Gadis, saat dikonfirmasi di depan ruang Zal Dalam RSUD Tebo, pada Rabu (19/12).

Gadis juga mengatakan bahwa usai melakukan pemerkosaan, Almarhum pergi ke kebun datuknya. Kemudian almarhum dikeroyok oleh enam orang dan dipukul menggunakan kayu. Datuknya tidak bisa berbuat apa apa karena sudah terlalu tua.

"Doni dikeroyok dan dipukuli rame-rame menggunakan kayu. Datuk yang ada disitu ceritanya hampir dipukul, namun datuk itu hanya bisa menyaksikan karena sudah tua," jelas Gadis.(lalu)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved