-->

Tuesday, 26 November 2019

Tersangka Penyelewengan Dana Bos 2017 SMAN 13 Tebo, Kamis Besok Dilimpahkan ke PN Jambi

Tersangka Penyelewengan Dana Bos 2017 SMAN 13 Tebo, Kamis Besok Dilimpahkan ke PN Jambi

Mantan Kepsek SMAN 13 Tebo diserahkan penyidik Polres Tebo ke Penyidik Kejari Tebo

TEBO-Mantan Kepala Sekolah Negeri 13 Tebo, Sasmiroswita binti Juhardi tersangka tindak pidana korupsi pengelolaan Dana BOS tahun 2017, pada Kamis (28/11) bakal dilimpahkan ke pihak Pengadilan Negeri Jambi. Ini disampaikan langsung Kasie Datun Kejari Tebo Wawan, kepada media ini, Selasa (26/11).

Wawan menuturkan, pelimpahan tersangka penyelewengan Dana BOS 2017, pada Kamis mendatang berkasnya sudah diteliti. Pasalnya jika proses pelimpahan baik tersangka maupun barang bukti ini sudah dilakukan, maka tersangka dana BOS 2017 bakal menjadi tanggung jawab pihak pengadilan. 

"Soal penahanan apakah bakal dilakukan, itu kewenangan pihak pengadilan. Yang jelas selama ini tersangka dengan pihak Kejaksaan sudah kooperatif yakni menjalani wajib lapor setiap Senin dan Kamis," tuturnya.

Sementara itu jika perkaranya sudah dilimpahian penyidik kejaksaan hanya menunggu jadwal sidang dari pengadilan.

Seperti diberitakan sebelumnya pada Rabu (20/11) pukul 13.00 Wib oleh penyidik Tipikor Polres Tebo diserahkan ke penyidik Kejaksaan. Proses Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) terhadap perkara dugaan tindak pidana Korupsi Pada pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan I dan triwulan II tahun anggaran 2017 langsung diterima JPU Medi Santoni, S.H dan Wawan Kurniawan, S.H.

Selanjutnya dalam proses tahap II, tersangka  Sasmiroswita, S.Pd didampingi oleh penasehat hukum Iwan Fales, S.H dari kantor hukum Pena Keadilan.

Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Tebo, Medi Santoni saat dikonfirmasi membenarkan adanya penyerahan tersangka berikut barang bukti pada kasus dugaan tindak pidana korupsi. 

"Benar penyidik Tipikor Polres Tebo tadi siang menyerahkan tersangka Sasmitoswita dan barang bukti kepada kita," kata Medi meyakini.

Disampaikan Medi, bahwa tersangka Sasmiroswita, S.Pd disangka melanggar Pasal 2 ayat (1)  Pasal 3 Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;

Adapun kronologis perkara diceritakan Medi sebagai berikut, bahwa pada tahun 2017, SMA N 13 Kabupaten Tebo menerima alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 365.400.000,00 (tiga ratus enam puluh lima juta empat ratus ribu rupiah) yg penyalurannya sebanyak 4 (empat) kali dalam 1 tahun (per triwulan).

Penyaluran tersebut dengan rincian yakni, triwulan I sebesar 20 persen (Rp 72.240.000,00), triwulan II sebesar 40 persen (Rp 146.160.000,00), triwulan III sebesar 20 persen dan triwulan IV sebesar Rp 20 persen. Dari dana penyaluran dana BOS tersebut untuk triwulan I dan triwulan II tidak disalurkan sepenuhnya sesuai peruntukannya.

Dimana kata Medi peruntukannya tidak sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.8 tahun 2017 yang selanjutnya direvisi menjadi peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan RI No. 26 tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan RI No.8 tahun 2017 tentang petunjuk teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"sehingga merugikan keuangan Negara atas pengolaah dana BOS SMA N 13 Kabupaten Tebo sebesar Rp 95.926.266,00 (sembilan puluh lima juta sembilan ratus dua puluh enam ribu dua ratus enam puluh enam rupiah)," kata Medi lagi.

Selanjutnya bahwa Barang Bukti perkara dugaan tindak pidana Korupsi Pada pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan I dan triwulan II tahun anggaran 2017 terdiri dari 43 item barang bukti sebagaimana tercantum dalam berita acara penerimaan dan penelitian benda sitaan/ barang bukti (BA-5);

" Bahwa beliau ini yakni tersangka An. Sasmiroswita, S.Pd saat ini sebagai PNS/ guru di SMA N 8 Kabupaten Tebo," ujar Kasie Pidsus.

Dikatakan Medi juga, tersangka Sasmiroswita, S.Pd mengajukan permohonan supaya tidak dilakukan penahanan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Tebo dengan surat permohonan ditandatangani oleh tersangka dan surat pernyataan dari penjamin tertanggal hari ini, 20 November 2019.

"Benar atas nama tersangka Sasmiroswita, S.Pd tidak dilakukan penahanan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum perkara tersebut dengan beberapa pertimbangan," kata Medi.(red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved