-->

Friday, 29 November 2019

Ratusan Massa Kembali Segel Balai Desa Tambun Arang

Ratusan Massa Kembali Segel Balai Desa Tambun Arang

Ratusan massa menyegel kantor balai desa Tambun Arang

TEBO-Ratusan massa Jumat (29/11) usai sholat Jumat kembali melakukan penyegelan kantor balai Desa Tambun Arang. Aksi penyegelan untuk ketiga kalinya ini adalah buntut kekesalan warga terhadap sikap kurang tegasnya Bupati Tebo dalam menyelesaikan konflik internal di desa Tambun Arang.

Kekesalan juga muncul pasca unsur Muspicam baik camat, Babinsa dan babinkamtibmas serta Pol PP tanpa koordinasi dengan warga lagi, langsung membuka segel kantor balai desa dan mengecatnya kembali. Pembukaan segel yang dilakukan pada Selasa (26/11) lalu sontak membikin warga tambah kesal. Pasalnya warga tidak ingin ada orang luar yang terlalu ikut campur dengan urusan persoalan di dalam desa Tambun Arang ini.

"Orang luar janganlah ikut campur, ini urusan desa kami (Tambun Arang 'red). Bupati juga dalam hal ini harus tegas dan bisa mengambil sikap," ungkap Sapri warga Tambun Arang yang menolak balai desanya di buka sebelum konflik ini bisa kondusif.

Pasca disegel

Diceritakan Sapri juga, pasca pembukaan segel balai desa kemarin aparat Pol PP langsung turun membuka segel dan membersihkan dinding balai desa dengan cat. Dirinya dan ratusan warga Tambun Arang saat ini tidak akan membiarkan balai desa ini dibuka dan bisa beraktifitas sebelum ada keputusan dan ketegasan dari pemerintah Tebo.

"Kami masih ingin Mardiana menjadi kades kami. Kalian jangan terlalu ikut campur urusan di desa," kata Sapri lagi.

Yang membuat Sapri dan warga Desa Tambun Arang geram lagi yakni dikala konflik Desa Tambun Arang belum usai,. Pis Kades Samsuar dan Sekdes Toni pergi ke Bandung. Harusnya kata Sapri perangkat desa itu lebih mementingkan urusan atau persoalan konflik di desanya. 

Pantauan di lokasi balai Desa Tambun Arang, pintu balai desa disegel dengan menggunakan kayu papan. Kemudian sekeliling dinding penuh dengan coretan cat pilox yang berisi permintaan jika "Masyarakat masih menginginkan Mardiana Jadi kades. Pasca penyegelan warga terus berjaga- jaga melakukan penjagaan sekitar balai desa. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved