-->

Monday, 9 September 2019

Atap Bocor Plapon Runtuh, Rehab Kantor Bupati Tunggu 2021

Atap Bocor Plapon Runtuh, Rehab Kantor Bupati Tunggu 2021


Plafon kantor bupati Tebo beberapa waktu lalu runtuh

TEBO-Kondisi Kantor Bupati saat ini sangat memprihatinkan. Atap kantor banyak yang bocor, selain itu banyak plapon yang sudah rusak dan berlubang, belum lagi beberapa kaca ventilasi ada yang pecah. Hal ini tentu sangat mengurangi estetika dilingkup perkantoran.

Kondisi seperti ini tidak tahu akan sampai kapan. Pasalnya dari sekian banyak pejabat Tebo yang berkantor di Kantor Bupati mustahil tidak mengetahui persoalan ini. Apa dan kenapa sampai saat ini kondisi kantor Bupati dibiarkan rusak tanpa ada sedikitpun perawatan.

Untuk mencari tahu penyebabnya, media ini berusaha menghubungi Bunawan, Kasi Perlengkapan Setda Tebo pada Senin (9/9) kemarin.

Bunawan mengakui jika tahun ini memang tidak ada anggaran untuk kegiatan rehab atau renovasi gedung kantor bupati. Selain tidak diajukan pada penyusunan anggaran tahun 2018 lalu, untuk rehab gedung kata dia harus lima tahun dulu. Pasalnya kegiatan rehab sebelumnya sudah dilakukan pada 2016 lalu. "Waktu itu kegiatan rehab masih bidang ekonomi dan pembangunan. Kemungkinan baru ada lagi nanti 2021," sebutnya meyakini.

Terkait berapa pagu anggaran rehab 2016 lalu dan kenapa belum lima tahun sudah pada hancur, Bunawan mengaku tidak tahu persoalan itu. "Waktu itu kan di ekonomi, apakah itu cuma perawatan atau memang rehab saya dak tahu nian," katanya.

Dia sendiri sebenarnya menyayangkan kondisi terkini kantor bupati Tebo. Selain atap bocor plapon sudah banyak yang runtuh. Untuk itu kata dia kalaupun nanti mau diususulkan direhab mestinya harus total. "Dihitung betul rencana anggarannya, mulai fisiknya ataupun jaringan listriknya harus direhab Jadi benar-benar total," terangnya.

Kendati demikian tahun anggaran 2019 ini pihaknya masih memiliki kegiatan perencanaan untuk renovasi interior ruang kerja bupati, wakil bupati dan ruang rapat Sekda. "Usulan 2018 lalu dan fisiknya tahun ini 2019. Itu interior ruang kerja bupati, wakil bupati dan ruang rapat sekda. Pagunya sekitar 460 jutaan, saat ini sudah tender. Kungkinan tanggal 15 mulai kerja," uraI Bunawan lagi.

Terpisah Kepala Bakeuda Tebo, Nazar Efendi ketika dikonfirmasi terkait apakah tahun 2019 ada menganggarkan rehab gedung kantor bupati, Nazar bilang tahun ini tidak menganggarkan. "Dak Ado dianggarkan, memang dak diajukan waktu itu," katanya.

Namun sambungnya tahun ini Pemda ada kegiatan perencanaan berupa rehab interior ruang kerja Bupati dan wakil bupati. Nilainya kurang dari setengah miliar. "Itu pengajuan 2018 dan difisknya 2019," tuntasnya.(red)


Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved