-->

Thursday, 15 August 2019

Ratusan Hektar Terbakar, Hot Spot di Tebo Terpantau 39 Titik

Ratusan Hektar Terbakar, Hot Spot di Tebo Terpantau 39 Titik


Kawasan perkebunan Akasia milik PT TMA yang terbakar

TEBO-Sejak Juli dan Agustus 2019 penampakan jumlah titik api yang ada di Kabupaten Tebo terus meningkat. Hasil pantauan satelit dan tim patroli Karhutla, sebagian besar titik api yang muncul diakibatkan adanya aktifitas pembakaran lahan dan hutan. Hal ini dibenarkan oleh Kabid Kedaruratan dan Pengendalian Bencana, BPBD Tebo, Antoni Faksi kepada koran ini, Kamis (15/8).

Antoni bilang penyumbang titik api terbanyak sejak kurun waktu Januari hijgga Agustus berada di Kecamatan Sumay dan VII Koto. Pasalnya kedua kecamatan ini hampir 75 persen di kelilingi oleh kawasan lahan perkebunan dan hutan. "Sumay dan VII juga banyak area perkebunan dan hutan," katanya.

Sementara itu saat disinggung soal luasan lahan yang terbakar dan berada di area mana saja, Antoni tidak mengetahui persis sudah berapa banyak lahan yang terbakar dan dimana saja. Hanya saja dirinya memperkirakan sejak ditemukan titik api itu sekitar ratusan lahan yangvsudah terbakar.

"Saya tidak tahu semuanya, yang di Tebo Tengah saja kemarin ada tiga titik lahan yang terbakar. Sisanya sebagian didalam kawasan perkebunan milik perusahaan," katanya.

Selain melakukan patroli rutin, pihaknya juga terus menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. "Membakat tidak dibenarkan, jika terbukti bakal dipidana," ujarnya meyakini.

Sementara itu salah satu Anggota Regu Manggala Agni Daops Bungo Tebo, yang namanya enggan ditulis saat ditanya terkait status karhutlah di Tebo, mengatakan Jika saat ini Tebo masuk dalam status Siaga 1. Dirinya dan anggota lainnya terus siap siaga dan melakukan patroli sekitar kawasan. "Tebo siaga 1. Tidak hanya Tebo kita juga memback up kabupaten Bungo," katanya.

Sementata itu Polres Tebo melalui Anggota Opsnal Tipiter kemarin berhasil mengamankan diduga pelaku pembakaran lahan dan hutan. Kedua pelaku diamankan didua Tkp yang berbeda. 

Saat dikonfirmasi Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman melalui Kasat Reskrim Polres Tebo, Muhammad Ridho Syawaluddin Taufan membenarkan atas penangkapan kedua diduga pelaku pembakaran lahan. Kedua pelaku diringkus saat berada dilahan yang ia garap sejak 3 tahun lalu.

"Kita berhasil mengamankan kedua tersangka dilokasi kejadian namum berbeda tkp," ujar Kasat Reskrim Muhammad Ridho Syawaluddin Taufan, pada Rabu (14/08).

Pelaku pertama lanjut Kasat yang diamankan, ialah Albert Simbolon (65) warga Rt.19 Desa Suo suo Kec. Sumay Kab.Tebo. Ia diamankan sekitar pukul 14:30 wib saat Tim melaksanakan patroli di seputaran manggatal RT 19 desa suo suo kec sumay kab  tebo dan pada saat itu tim melihat ada asap dan mendekati asap tersebut dan melihat ada lahan yg terbakar serta ada seseorang sedang berjalan dari lahan yg terbakar tsb menuju pondok.

Sementara, dilain tempat Tim Patroli juga berhasil mengamankan tersangka lain yaitu Mulyono Als MUL Bin JUMAIN (51) warga Rt. 19 Desa Suo suo Kec. Sumay Kab.Tebo. Tersangka Mul ditangkap Tim Patroli saat berusaha memadamkan api bersama 3 orang rekannya.

Daya Hot Spot sejak Januari hingga Agustus 2019 di Kabupaten Tebo sebagai berikut, Januari hingga April Nihil, Mei 5 titik, Juni 2 Titik, Juli 16 Titik dan Agustus 16 titik, total ada 39 titik api. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved