-->

Tuesday, 27 August 2019

Dihadapan Kapolsek, Ini Dia Tuntutan Ratusan Anggota PSHT di Mapolsek Rimbo Bujang

Dihadapan Kapolsek, Ini Dia Tuntutan Ratusan Anggota PSHT di Mapolsek Rimbo Bujang

Ratusan Anggota PSHT mendatangi Mapolsek Rimbo Bujang Tebo

TEBO - Buntut dari vidio penganiayaan terhadap 3 pemuda di Rimbo Bujang yang sempat viral di media sosial, ratusan pendekar dari Perguruan Silat Persatuan Setia Hati Teratai (PSHT) Selasa (27/8) sekitar pukul 14.00 Wib kemarin menggeruduk Mapolsek Rimbo Bujang. Menggunkan seragam serba hitam, mereka menuntut pihak Polsek Rimbo Bujang agar segera menangkap 4 orang pelaku yang diduga telah melakukan pengeroyokan terhadap salah satu rekannya.

Salah satu anggota PSHT, Bayu saat dikonfirmasi mengaku bahwa kehadiran anggota PSHT di Polsek Rimbo Bujang merupkan bentuk solidaritas terhadap rekannya yang mengalami tindakan pengroyokan. pihaknya juga meminta pihak Polsek Rimbo Bujang segera menangkap para pelaku yang yang sampai saat ini belum ada kejelasannya.

"Jumlah kami yang hadir di Polsek Rimbo Bujang ini sekitar 500 orang, ini sebagai bentuk solidaritas kami terhadap rekan kami yang menjadi korban pengeroyokan hingga terluka parah. Tujuan kami adalah mengawal proses hukum terhadap 4 orang yang diduga pelaku karena sampai saat ini Rian yang diduga pelaku utama masih simpang siur penangkapannya dan meminta kepada Polisi agar secepatnya menangkap 4 orang pelaku tersebut," sebut Bayu.

Pihak PSHT sendiri kata Bayu, akan terus mengawal proses hukumnya. Pihaknya juga kembali melakukan aksi serupa jika ke depan tidak ada tindak lanjut dari pihak Polsek Rimbo Bujang terkait penangkapan para pelaku pengroyokan tersebut, "kita akan terus mengawal proses hukum ini, kita akan kembali lagi jika tidak ada perkembangannya" tuntas Bayu.

Kapolsek Rimbo Bujang, Iptu Rezka Anugrah saat dikonfirmasi membenarkan adanya masa dari PSHT yang mendatangi Mapolsek Rimbo Bujang. Dirinya menegaskam bahwa kasus tersebut masih ditindak lanjuti bahkan telah dilimpahkam ke Polres Tebo.

" iya benar, tadi kita kedatangan dadi pihak PSHT. kita sudah jelaskan kepada mereka bahwa kasus ini masih ditindak lanjuti dan sudah kita limpahkan ke Polres Tebo" ujar Kapolsek.

Selain pengroyokan kata Kapolsek, didalamnya juga ada kasus lakalantas dan semuanya sudah dilimpahkan ke pihak Polres Tebo, "kasusnya kan ada dua, satunya pengroyokan dan satunya lagi lakalantas, semuanya sudah kita limpahkan ke Polres Tebo" tuntas Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya bahwa telah terjadi penganiayaan pada Minggu malam (18/8) sekitar pukul 22.30 wib di depan Kampus STIT Al-Falah Jalan Pahlawan Kelurahan Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, Tebo dan vidio penganiayaan tersebut sempat viral di media sosial. Sedangkan korban yang berlumuran darah di vidio tersebut ialah Diki Fajar Ramadhan (28) yang juga merupakan Warga Rimbo Bujang. Akibat pengandiayaan tersebut, Korban Diki menderita luka yang cukup serius pada bagian lutut kaki dan wajah hingga terpaksa harus dijahit dan sempat menjalani rawat inap.

Saat kejadian, Korban diki tidak sendirian. Dirinya bersama dua temannya Jhordan Adi Fahreza dan Deni Kasianto yang juga mengalami penganiayaan yang diduga dilakukan oleh pelaku RN dan teman-temannya. Akibatnya, Deni Kasianto menderita luka berat pada bagian Rahang dan Giginya copot  dan menjalani rawat inap selama 3 hari di RSUD Hanafi Bungo karena pihak Puskesmas Rimbo Bujang II tidak mampu menanganiny. Sedangkan Jhordan Adi Fahreza juga menderita luka - luka serius seperti luka retak tulang pada bagian lutut kaki dan lebam - lebam di wajah dan badan.(red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved