-->

Monday, 19 August 2019

Diangkut dari Tanah Garo, Diamankan di Sungai Bengkal

Diangkut dari Tanah Garo, Diamankan di Sungai Bengkal

Barang bukti satu unit mobil colt diesel dan 23 batang kayu bulat

TEBO-Apes benar nasib kedua pemuda asal Tebo ini. Hanya sebagai sopir angkutan kayu ilegal loging, keduanya A.Khomaini dan Edi Sastra diamankan polisi saat hendak mengantarkan kayu bulat olahan. Keduanya ditangkap anggota Reskrim Polres Tebo saat melintas di jalan lintas Sungai Bengkal Tebo Ilir.

Kapolres AKBP, Zainal Arahman Sik kepada media menerangkan kayu bulat olahan sebanyak 23 batang atau sekitar 9,97 meter kubik diamankan anggota berikut satu unit mobil colt diesel. "Benar anggota mengamankan sopir dan kernet berikut satu unit mobil truk tanpa nomor polisi, pada 24 Juli 2019 pukul 04.00 wib di sungai bengkal," terang Kapolres dihadapam Media saat press rilis, Senin (19/8) di Makopolres Tebo.

Kapolres menguraikan kronologis kejadian yakni terjadi pada Rabu tanggal 24 Juli 2019 sekira pukul 4 WIB di jalan lintas tebo jambi Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo.  Tersangka pada waktu itu kata Kapolres diamankan oleh pihak kepolisian dari Polres Tebo pada saat mengangkut kayu bulat dengan menggunakan satu unit mobil. 

"Jenis colt Diesel warna kuning tanpa nomor polisi,"sebutnya.

Kapolres tidak menampik saat penangkapan kedua tersangka telah menunjukan dokumen pengangkutan hasul hutan. Namun lanjut Kapolres dokumen surat keterangan sah hasil hutan tersebut, sebelumnya telah dipergunakan pada pengangkutan sebelumnya.

"Eh sama mereka digunakan untuk mengangkut kayu bulat lagi. Dan ini sangat tidak berlaku lagi," sebut orang nomot satu di kopr Bayangkara Tebo.

Selanjutnya tersangka dari barang bukti langsung diamankan dan dibawa ke Polres Tebo guna diproses lebih lanjut. Untuk penerapan pasal sendiri keduanya dapat dikebakan pasal 88 ayat 1 huruf a juncto pasal 16 undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan kerusakan hutan. 

"Pasal 55 KUHP pidana pengangkutan kayu hasil hutan wajib memiliki Dokumen yang merupakan surat keterangan sah," terangnya.

"Sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda 2,5 miliar rupiah yang berbunyi setiap orang yang melakukan TKP," timpak Kapolres meyakini.(red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved