-->

Monday, 1 July 2019

Sadis..! Cara Pelaku Habisi Handra di Dalam Gudang Terkuak Saat Rekontruksi

Sadis..! Cara Pelaku Habisi Handra di Dalam Gudang Terkuak Saat Rekontruksi

Pelaku Dedi menghabisi Handra dengan menghantamkan Besi ke kepala 

TEBO-Polres Tebo, Senin (01/07) pukul 14:00 wib menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berencana terhadap mayat laki-laki bernama Handra als Engga (30) warga Rt. 07 Dusun Bukit Bulan jalan batu bara Desa Pemayungan, Kec. Sumay yang ditemukan warga sudah membusuk di belakang gudang kosong yang terjadi pada Sabtu (25/05) lalu.

Dalam rekonstruksi yang disaksikan jaksa penuntut umum (JPU), Jajaran Polres Tebo menghadirkan 3 orang tersangka masing-masing bernama Dedi Sihombing (42) sebagai eksekutor, Syaharudin (37) kades Pemayungan, Kec. Sumay yang merupakan otak pelaku  pembunuhan dan Wayan Budiane (46) penyambung lidah Kades dan Eksekutor.

Rekonstruksi tersebut dilakukan dihalaman belakang Mako Polres Tebo. Dalam adegan demi adegan pelaku Syaharudin dan kedua rekannya merencanakan pembunuhan terhadap Handra. 

Adegan rekon dimulai saat Kades Pemayungan Syaharudin bertemu dengan Wayan yang memintanya untuk mencarikan pembunuh bayaran. Selanjutnya adegan lainnya berlanjut pada pertemuan Wayan dan Dedi, atas perintah Kades Wayam meminta Dedi Sihombing untuk menghabisi nyawa Handra dengan imbalan uang sebesar Rp 15 juta jika aksinya berhasil menghabisi nyawa Handra.

Datanglah moment yang ditungu-tunggu, kesempatan untuk menghabisi Handra terbuka lebar. Pada adegan berikutnya sebelum malam naas tiba, terlihat dimana adegan pertemuan malandengan itu antara Dedi (pelaku) dan Handra (korban) pada pukul 19.00 wib bertemu dilokasi gudang. Di tempat inilah sebelum pelaku Dedi menghabisi korban hendra dijadikan lokasi pertemuan.

Dalam pengakuan pelaku dihadapan penyidik Polres Tebo dan JPU Kejari Tebo sebelum menghabisi korban. Pelaku dan korban menyempatkan menikmati barang haram jenis Shabu. Ini dibuktikan dengan ditemukannya barang bukti berupa bong alat hisap shabu dilokasi pembunuhan beberapa hari pasca Handra ditemukan sudah dalam keadaan membusuk.

dimana Bahkan, dalam rekonstruksi tersebut kades juga memberikan uang sebanyak 15 juta kepada Wayan Budiane untuk dibayarkan ke Dedi Sihombing jika berhasil menghabisi nyawa korban.

Para pelaku dalam rekon tersebut memperagakan sebanyak 25 adegan. Pasca pertemuan pelaku dan korban malam itu terlihat Pada adegan ke 10 pelaku menghabisi nyawa korban (Handra) dengan cara dipukul menggunakan sebatang besi dengan panjang kurang lebih 30 cm kebagian kepala sebanyak 3 kali sehingga korban tersungkur dengan berlumuran darah yang dilakukan dalam gudang kosong oleh Dedi Sihombing.

Setelah memukul korban, Dedi Sihombing kemudian menyeret korban keluar lewat pintu belakang gudang dengan cara memegang kedua kaki korban. Sampai dibelakang gudang, pelaku kembali memukulkan besi ke arah bagian leher korban sebanyak 1 kali karena korban masih bergerak, karena korban sudah tidak bergerak pelaku langsung meninggalkan korban.

Saat dikonfirmasi Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman. S.I.K melalui Kanit Pidum, IPDA Sri Yanto mengatakan maksud dan tujuan dilakukan rekonstruksi ini untuk melengkapi berkas perkara yang saat ini sudah dikirim ke jaksa penuntut umum (JPU). Dalam rekon tersebut, para pelaku memperagakan kasus pembunuhan berencanabini dilakukan sebanyak 25 adegan. 

"Pasal 340 KUHPidana, Subsider pasal 338 KUHPidana, Junto pasal 55 ayat 1 dan 2 dengan ancaman minimsl seumur hidup dan maksimal hukuman mati," pungkas Kanit Pidum, Sri Yanto. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved