-->

Thursday, 20 June 2019

Tata Koridor Gajah, Kementerian SDA dan NGO Siapkan Dana untuk Konservasi Gajah di Tebo

Tata Koridor Gajah, Kementerian SDA dan NGO Siapkan Dana untuk Konservasi Gajah di Tebo

Ilustrasi.net

TEBO-Upaya Pemerintah Pusat melalui Kementerian SDA bersama NGO asal Jerman KLB siap menatakelolah koridor gajah yang ada di Tebo. Pasalnya informasi yang diperoleh jumlah populasi gajah yang ada di Tebo terus meningkat. Selain sebarannya masih berkelompok, aktifitas kawana gajah juga sering menjadi hama penganggu bagi masyarakat.

Untuk itulah melalui Bank Dunia Jerman NGO KLB yang difasilitasi oleh kementerian SDA ingin melakukan koodinasi dengan pihak Pemkab Tebo dalam menatakelolah koridor gajah dengan project konservasi dalam penyelamatan populasi gajah di Tebo. 

Joko Parmono, Wakil Kementerian SDA meminta support kepada pemkab Tebo untuk melakukan riset dan project konservasi gajah di Tebo. Pihaknya sudah memberikan kepercayaan penuh kepada NGO KLB Jerman untuk menjalankam program project konservasi gajah di wilayah Jambi khusunya Tebo. Program ini dinilai penting dan butuh respon yang cepat untuk mejalankannya. Pasalnya pihak kementerian menyampaikan ke Pemkab jika project ini terealisasi dipastikan kegiatan lembaga pemerhati gajah ini bakal fokus penanganan gajah hingga tahun 2030.

"Kontrak kerja hingga 2030 anggaran sudah disiapkan untuk menjakankan project ini," kata Joko, Kamis (20/6) diruang aula Setda Tebo.

Disampaikan dia juga usai pertemuan dengan pihak Pemkab, pihaknya bakal langsung turun kelokasi diantaranya Kecamatan Sumay dan Tebo Ilir. Dua lokasi ini katanya dianggap sebagai sebagaran populasi gajah di Tebo. "Kita bakal turun kelokasi ke lima desa. Tujuannya untuk menginventarisir populasi gajah yang ada di Tebo," katanya meyakini.

Terpisah Wakil Bupati Tebo, Syahlan dalam kesempatan tersebut menutirkan, prinsipnya Pemkab Tebo bakal mensuport kegiatan konservasi gajah. Pasalnya beberapa tagun terakhir Tebo masih rawan terjadi konflik satwa antara gajah dan manusia.

"Kita mendukung kegiatan ini, kita juga minta kepada pihak terkait untuk memberikan solusi bagaimana memibimalisir terjadinya konflik satwa ini. Apakah bakal dibangun pagar tembok atau pagar kawat yang memiliki aliran listriknya," pinta Syahlan.

Pertemuan rencana project konservasi gajah dihadiri oleh pihak kementerian, KSDA Jambi, pihak Bank Dunia jerman KLB, Wakil Buoati Tebo, Sekda, Asisten 1 dan pejabat terkait lainnya. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved