-->

Monday, 4 March 2019

Sawah Terendam Banjir atau Kena Hama, Perhektarnya Diganti 6 Juta

Sawah Terendam Banjir atau Kena Hama, Perhektarnya Diganti 6 Juta

Plt Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Tebo, M. Ziadi mengajak pada petani Tebo mengasuransikan lahan 

TEBO-Pemerintah Pusat melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) menjanjikan bakal mengganti kerugian yang dialami petani jika sawahnya terendam banjir atau terkena serangan hama. Janji ini bisa direalisasi jika petani atau kelompok tani sudah tergabung didalam anggota kepesertaan pada asuransi Jasindo. Seperti yang terjadi di kelompok tani Kelurahan Sungai Bengkal ini. Sebanyak 37 hektar lahan petani yang mengalami gagal tahun ini menerima pengganti kerugian asuransi. Lahan milik kelompok tani Penggentingan Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir ini diketahui mengalami gagal panen akibat banjir. Klaim dari petani ke pihak Asuransi Jasindo saat ini tengah dilakukan proses pencairan ke rekening petani.

"Satu hektar bakal diganti sebesar Rp 6 juta. Kalau 37 hektar itu sekitar Rp 222.000.000," kata Ziadi, Plt Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultira Tebo kepada media saat disambangi diruangannya kemarin.

Sementara itu disampaikan Ziadi saat ini hanya ada 3 kelompok tani yang mengasuransikan lahannya ke pihak Jasindo. Ketiga kelompok tani tersebut adalah, kelompok tani Desa Ulak Bandung Kec Sumay, Kelompok tani Desa Tambun Arang Kec Sumay dan Kelompok Tani Penggintingan Kel Sungai Bengkal Tebo Ilir.

"Baru 200 hektar lahan yang diasuransikan. Sementara target kita kemarin sekitar 400 hektar lahan " katanya.

Ziadi bilang untuk petani yang akan mengasuransikan lahannya itu satu hektarnya sebesar Rp 36 ribu. Uang penjamian tersebut diserahkan ke pihak asuransi Jasindo selama musim tanam saja. Biaya tersebut sebenarnya kata Ziadi sudah disubsidi oleh pemerinta. "Sebelumnya perhektar itu sebesar Rp 180 juta, itu kita subsidi menjadi 36 ribu " ucapnya.

Ditanya apa penyebab petani masih minim mengasuransikan lahannya, Ziadi mengatakan banyak sekali faktor kendala. Salah satunya fisebutkan Ziadi kurangnya minat petani ingin mengasuransikan lahannya. "Kalau saya lihat mereka keberatan dengan biaya seperti itu. Padahal sudah kita bantu subsidi," katanya.

Padahal disampaikan Ziadi tenaga penyuluh yanh adla ditiap kecamatan sering menyampaikan melalui kegiatan pembinaan dan sosialisasi. Kendati diakui Ziadi tenaga penyuluh di Kabupaten Tebo masih minim, namun upaya untuk mengajak petani untuk berasuransi sudah maksimal. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved