-->

Friday, 18 January 2019

Demo Ricuh dan Memanas, PSHT Desak PT SKU Bebaskan Dua Rekannya

Demo Ricuh dan Memanas, PSHT Desak PT SKU Bebaskan Dua Rekannya


TEBO-Ratusan massa yang tergabung dalam kelompok Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kemarin (17/1) terlibat kericuhan  dengan dengan sejumlah aparat keamanan. Kericuhan dipicu tidak puasnya dengan pihak PT SKU terkait penahanan dan penetapan tersangka dua rekannya atas dugaan pencurian buah sawit beberapa waktu lalu.

Aksi unjuk rasa yang digelar pada pukul 15.00 WIB, di depan PT sKU dengan Koordinator Imam Mukshin, membawa ratusan massa lengkap dengan alat peraga.

Dihadapan hadangan personil dari kepolisian massa PSHT menunutut dua rekannya Wardani dan Agus Budiono (tersangka kasus Pencurian sawit di PT SKU) dapat diselesaikan secara bauk baik.

Iptu Agung Purwanto (Kapolsek Tebo Tengah), dihadapan Ratusan massa mencoba menenangkan massa PSHT yang sudah terlihat kesal. Agung menyarankan agar massa PSHT melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan untuk membahas penyeleaian dua rekannya. Namun penyampaian Agung ditolak oleh massa dari PSHT, pasalnya selama, ini merasa dibohongi dengan bahasa mediasi.

"Kami minta agar pihak perusahaan turun langsung kelapangan bertemu kami untuk menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan tersebut. Jika tidak PSHT akan melakukan tindakan anarkis," ancam Mukshin.

Selang beberapa menit Syarifudin Binur (DNL/Humas PT. SKU Jambi Barat) hadir ditengah massa untuk menjawab permintaan masa PSHT. Fudin mengatakan bahwasanya tidak dapat membebaskan kedua rekannya yang kini menjadi tersangka. 

Tersulut penyataan pihak erusahaan yang memuaskan spontan membuat masa tidak senang sehingga terjadi saling dorong antar masa PSHT dan Pihak kepolisian. Kericuhan tak dapat dihindar, massa saling dorong dan pukul dengan aparat berpakaian preman.

Aksi dorongpun terus berlanjut hingga pukul 15.30 WIB kericuhan semakin membesar dan memaksa massa masuk ke halaman PT. SKU mengakibatkan kerugian materi slah satunya Pagar Pos Security rusak Ringan.

Akibat aksi anarkis tersebut Rio (anggota PSHT) mengalami Patah Tangan, sementara Jupri (Security) Luka Robek dipelipis mata dan Bripda Apriadi Luka Pada kepala bagian belakang


Selanjutjya Pukul 16.30 WIB, kedua pihak dilakukan mediasi antara PT. SKU dan Perwakilan dari PSHT, dihadiri oleh  Kompol Abd. Roni (Kabag Ops Polres Tebo), Iptu Agung Purwanto (Kapolsek Tebo Tengah), Alipman (Kades Sungai Keruh), Syarifudin (DNL/Humas PT. SKU Jambi Barat), Wahab, Mukshin, Sutrisno (Pengurus PSHT Tebo). 

Kompol Abd. Roni (Kabag Ops Polres Tebo) dalam mediasinya mengatakan,  Incident kericuhan telah menghambat pertemuan antara pihak perusahaan dan pihak PSHT untuk menyelesaikan permasalahan ini. Selanjutnya terkait penahanan tersebut kata dia kasusnya sudah masuk tahap dua. 

"Itu merupakan tanggung jawab pihak kejaksaan bukan Polres lagi," kata Roni meyakini.

"Kenapa waktu naru ditangkap kemarin tidak mengajukan penangguhan," tanya Roni menimpali.

Disela sela mediasi Imam Muksin (Koordinator Aksi), mengatakan, sebelumnya sudah ada mediasi di Polres namun tidak ada hasil yang pasti.
"kami ditawarkan oleh kepolisian untuk mengajukan penangguhan, setelah dibuat surat penangguhan namun tidak ada jawaban," sebut Muksin.

Selanjutnya kata Muksin akhirnya PSHT bermufakat untuk melakukan aksi ke Pihak Perusahaan, yang ada saat itu pihaknya meminta agar dalam Wak 3x 24 jam sudah memberikan jawaban terkait kedua rekan kami yang ditangkap. "Pada intinya kami meminta jawaban dari pihak perusahaan terkait dua orang PSHT," tanya Muksin.

Rekan Muksin lainnya Abdul Wahab turut mengatakan bahwa agar pihak perusahaan dan kepolisian menjelaskan bukti apa yang menetapkan 2 orang rekan kami dijadikan tersangka sehingga diserahkan ke kejaksaan sedangkan tanah tersebut masih sengketa.

Saat bersamaan Edy (Sekdes Sungai Keruh/Pengusuran PSHT) mengatakan, rekannya ditangkap dengan alasan memanen sawit atas perintah Siti Khalifah  atas dasar apa, sedangkan kata kades yang memerintahkan untuk memanen tidak di tangkap.

"Jadi kami mohon bagaimanapun caranya agar kedua rekan kami dibebaskan, jika tidak permasalahan ini akan terus berlanjut dan semakin membesar," ketus Kades.

Catatan hasil pertemuan atau mediasi PSHT akan melakukan pertemuan dan membahas langkah selanjutnya sebab ranah bukan lagi di Polres.

PSHT tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut dan ada langkah selanjutnya di internal PSHT. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved