News

Ads




Pemerintah

Hukrim

Politik

Video

Thursday, 28 May 2020

Ini Dia Lima Poin Kesepakatan Damai Warga Dua Desa di Tebo Ulu

Melalui Unsur ForkopimcamTebo Ulu dua desa sepakat damai

TEBO -  Kesepakatan damai warga dua desa yakni Desa Pagar Puding dan Desa Jambu sudah dilakukan. Ada lima poin penting yang harus sama-sama dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrok pecah kembali. Bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tebo Ulu langsung melakukan mediasi untuk mencari jalan damai setelah insiden bentrok antar desa, yakni Desa Pagar Puding dengan Desa Jambu dan Desa Teluk Kembang Jambu. Mediasi dilaksanakan di Mapolsek Tebo Ulu hingga dini hari, Kamis (28/05)

"Iya, kita telah dilakukan upaya penyelesaian dan mediasi untuk menyelesaikan permasalahan antara warga Desa Pagar Puding dengan Desa Jambu dan Desa Teluk Kembang Jambu. Upaya ini di tengahi oleh unsur Muspika  Kecamatan Tebo Ulu," kata Camat Tebo Ulu, Syarfandi dikonfirmasi usai mediasi.

Selain dihadiri oleh Forkopimcam (Camat Tebo Ulu, Kapolsek Tebo Ulu dan Danramil 416-04 Pulau Temiang), kata Camat, mediasi tersebut juga dihadiri langsung oleh ketiga Kepala Desa (Kades) yang bersangkutan yakni Husairi Kades Jambu, Azwan Kades Pagar Puding dan Syaril Lukman Kades Teluk Kembang Jambu.
 
Syarfandi menjelaskan, ada lima poin yang disepakati pada mediasi ini diantaranya, para Kades sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan, damai, dan tidak akan melanjutkan peristiwa yang terjadi. Masing-masing Kades mendatakan warganya yang sakit dan kendaraan yang rusak. 

Kemudian, masing-masing Kades menjamin warganya untuk tidak melakukan bentrokan susulan. Masing-masing Kades menjamin kendaraan warga desa lain yang berada di desanya dan bukan jadi haknya akan diserahkan ke Polsek Tebo Ulu pada tanggal 28 Mei 2020. 

Terakhir, masing-masing Kades sepakat membicarakan perdamaian selanjutnya pada hari Kamis Tanggal 28 Mei 2020 pukul 15.00 Wib, di Polsek Tebo Ulu dan dihadiri oleh Forkopimcam Kecamatan Tebo Ulu. 

"Alhamdulillah, mediasi selesai dan hasilnya telah disepakati dan ditandatangani oleh masing-masing Kades," kata Syarfandi.(tim)

Dua Desa di Tebo Ulu Bentrok, Sejumlah Motor jadi Sasaran

Pasca bentrok warga masih berkumpul

TEBO-Dua Desa yakni Desa Pagar Puding dan Desa Jambu di Tebo Ulu terlibat bentrok. Sedikitnya lima unit motor jadi sasaran amuk warga. Belum diketahui pasti penyebab terjadinya bentrok. Pasalnya beberapa anggota TNI dan polisi baik dari Polsek Tebo Ulu dan Polres Tebo tengah menggelar mediasi.

Sejauh ini beberapa informasi yang beredar baik di media sosial ataupun warga menyebutkan bentrok dua desa berawal di lokasi lapangan sepak bola. Kejadian pada Rabu (27/5) pukul 17.00 wib masih diselidiki apa penyebab terjadinya bentrok. Pasalnya pasca bentrok banyak warga baik dari dua desa yang mengalami luka. Selain itu beberapa unit motor sempat jadi sasaran amuk warga.

Herman warga Desa Pagar Puding dikonfirmasi membenarkan adanya bentrok dua desa antara Desa Pagar Puding dan Desa Jambu. Namun dirinya belum mengetahui persis seperti apa kejadian sebenarnya. "Tetibo lah rami orang ribut bang. Kini lah ado polisi dilokasi," sebut Herman.

Pantauan media ini dilokasi kejadian, antusias massa terus berdatangan. Kendati demikian anggota polisi sudah siaga
disekitar lokasi. Hingga berita diturunkan belum ada konfirmasi resmi baik dari polisi, camat maupun kepala desa setempat.(lalu)

Friday, 22 May 2020

Sandang Gelar Doktor, Sukandar; Semoga Bisa Memotivasi Semua Elemen

Resmi sandang Doktor, Bupati Tebo H.Sukandar  dalam sidang terbuka program Doktor S3 UNJA

TEBO-Bupati Tebo, H. Sukandar, S.Kom,.M,Si berhasil meraih gelar Doktor pada Program Ilmu Ekonomi Pascasarjana di Universitas Jambi (Unja) dan dinyatakan lulus dengan IPK 3,85.

Dengan pancapaian tersebut, suami dari Anggota DPR RI, Hj. Saniatul Lativa, SE, MM ini berhak menyandang gelar Doktor.

Dalam sidang Terbuka Program Doktor (S3) pascasarjana Unja, pada 20 Mei 2020 tersebut, Bupati Tebo dua periode ini berhasil mempertahankan desertasinya yang berjudul," Pengaruh Kapasitas CEO Terhadap Karakteristik Perusahaan, Kinerja Perusahaan- Perusahaan Dalam Indeks LQ-45 Pada Periode 2016 - 2018.

Berikut susunan tim penguji sidang terbuka pada Promosi gelar Doktor Pascasarjana UNJA:
Ketua  : Prof. Dr. Ir. Hj. Anis Tatik Maryani,MP, 
Sekretaris: Dr. Enggar D.P. Arum,SE,AK,M.Si, C
Promotor : Prof. Dr. H. Amri Amir,SE, M.Si
Co Promotor : Dr. H. Afrizal,SE,M.Si,AK,CA
Co Promotor :Dr. H. Tona Aurora Lubis,SE,M
Penguji : - Prof. Dr. Hendry Hady, DEA
                - Dr. Drs Edward,MS
                - Dr. M. Syurya Hidayat,SE,.ME.

Dijumpai usai sidang, Bupati Tebo mengatakan bahwa sidang Doktor yang digelar tersebut merupakan puncak dari hasil penelitian yang di uji.

Orang nomor satu di Kabupaten ini berharap, hasil penelitian tersebut tidak hanya berguna bagi Perusahaan tetapi juga bagi para Kepala Daerah dalam Provinsi Jambi tentang kepemimpinan yang baik.

Dirinya juga berharap, gelar Doktor yang diraihnya dapat memotivasi masyarakat untuk menuntut Ilmu ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya keluarga.

" Gelar Doktor ini semoga dapat memotivasi semua elemen masyarakat dan keluarga, bahwa seusia saya masih mau menuntut ilmu, begitu juga para kepala OPD di Tebo bahwa untuk meraih gelar Doktor bisa di UNJA, tidak perlu jauh-jauh," kata Sukandar lagi.(red)

Monday, 18 May 2020

2,5 Ton Gula Besok Bakal Dipasarkan di Tebo Tengah, Perkilo Rp 14 Ribu

Kabid Pasar, Disperindag dan Naker Tebo, Edi Sofyan

TEBO-Tingginya harga gula pasir jelang lebaran ini sudah tak terkendali lagi. Kondisi inipun cepat direspon oleh pihak Disperindag dan Naker Tebo untuk menekan kembali harga gula yang sejak sepekan terakhir melambung.

Bekerja sama dengan Bulog, Disperindag siap memfasilitasi kebutuhan warga agar kebutuhan gula terpenuhi. Terlebih jelang lebaran kebutuhan gula peningkatannya sangat signifikan. 

"Besok kita siapkan 2,5 Ton gula siap jual. Masyarakat tidak perlu kuatir lagi dengan harga gula yang melonjak naik. Silahkan kita besok kita gelar di pasar Tebo Tengah dan Rimbo Bujang," terang Edi Sofyan Kabid Pasar, Disperindag dan Naker Tebo saat dikonfirmasi media ini, Senin (18/5).

Sementara persediaan gula yang akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga ditiap pasar mencapai 500 kilogram. Untuk harga perkilonya kata Edi warga hanya cukup membayar Rp 14 Ribu perkilo. 

"Besok pagi kita siapkan lima pikul ditiap pasar. Berapapun kebutuhan gula warga  kita siapkan," kata Edi.

Sejauh ini lanjut Edi lonjakan harga gula jelang lebaran memang kerap terjadi. Hal ini dilakukan para spekulan atau tengkulak yang ingin mencari keuntungan sebesar-sebasarnya. "Makanya kita ingin memutus mata rantai ini. Biar harga gula kita kembali stabil. Jadi jangan lagi ada para agen yang bermain dengan harga," tegas Edi.

"Dibilang mekanisme pasar tidak juga. Karena stok gula di Bulog masih banyak. Dan mereka siap berapapun kita minta," timpal Edi.(lalu)


Sunday, 17 May 2020

Empat Jam Diguyur Hujan Puluhan Rumah di Lorong Asoy Terendam

Kondisi jalan di Lorong Asoy tergenang air, foto diambil dalam kondi hujan

TEBO - Buruknya sistem drainase yang ada di lorong Asoy membuat warga sekitar mengeluh. Pasalnya kerap kali hujan mengguyur kota Tebo, dalam sekejap saja jalan sepanjang lorong Asoy mulai dari simpang jalan Lintas hingga ke dalam air terus mengenang. Parahnya lagi sepanjang jalan lorong Asoy, pemukiman penduduk yang berada persis di tepi jalan menjadi bulan-bulanan banjir.

M.Adlan warga lorong Asoy menuturkan, jika terjadi hujan dirinya hampir dibuat stres. Pasalnya bukan tidak mungkin, dalam hitungan jam saja hujan langsung merendam pemukiman. Penyebabnya tidak lain kata dia adalah drainase disepanjang jalan lorong Asoy. "Drainase lah datar dengan jalan, kalo pun Ado dak sanggup jugo nampung air hujan lur," katanya mengeluh. 

Akibatnya jika hujan yang mengguyur semalaman sudah dipastikan banyak rumah yang terendam. "Awak pening nian, tiap hujan rumah sayo banjir terus. Tengoklah kini lah basah galo isi rumah. Mana sayo Ado anak bayi pulak," kata Adlan berharap ada perhatian dari dinas terkait untuk memperhatikan saluran air disepanjang lorong Asoy.

Sementar itu Ridho warga lainnya yang kerap melintas lorong asoy jugala menuturkan hal yang sama. "Benar bang kalo sayo pulang kerjo pas hujan tu, air lah setinggi mata kaki. Syo takut jugo kalo motor sayo tiba-tiba mati mesin," ucapnya meyakini.

Untuk itu Adlan dan Ridho berharap sekali ada perhatian dari dinas terkait untuk menormalkan kembali saluran air disepanjang lorong asoy. Pasalnya memang sudah lama sistem drainase di sepanjang lorong tersebut belum dilakukan normalisasi lagi. (lalu)

Asik Pesta Sabu, Tiga Pemuda Diamankan di Penginapan Riak Danau Tebo Ilir

Ketiga Pelaku TP Narkotika pasca diamankan Tim Opsnal Satnarkoba Polres Tebo dan anggota Polsek Tebo Ilir

TEBO-Tim Opsnal Satnarkoba Polres Tebo diback up anggota dari Polsek Tebo Ilir mengamankan tiga pemuda yang tengah pesta sabu disebuah penginapan Riak Danau Sungai bengkal Tebo Ilir. Penangkapan ketiganya berawal dari informasi warga bahwa di penginapan Riak Danau kerap dijadikan lokasi transaksi narkoba dan pesta sabu.

Penangkapan pada Jumat, (15/5) pukul 07.00 wib, tim Sat Resnarkoba Polres Tebo dan tim Polsek Tebo Ilir berhasil mengamankan ketiganya berikut barang bukti barang haram jenis sabu.

Hal ini berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/A-66/V/2020/JMB/RES TEBO Tanggal 15 Mei 2020

"Iya benar telah kita amankan tiga tersangka tengah pesta sabu di penginapan Riak Danau Rt. 01 Rw. 01 Dusun Lamo Kel. Sungai Bengkal Kec. Tebo Ilir Kab. Tebo," kata Kasat Narkoba Polres Tebo, IPTU P.Sagala kepada media ini, Minggu (17/5)

Ketiga tersangka kata Kasat Markoba yang diamankan adalah, M. Toha Bin Ishak Laki-laki, 48 tahun,Islam,Tani, Rt. 06 Desa Sengkati Gedang Kec. Mersam Kab. Batanghari. Joni Ferdinal Als Jon Bin Dahril Iskandar, laki-laki ,46 Tahun,Islam,Sopir,Rt. 07 Desa Sengkat Mudo Kec. Mersam Kab. Batanghari.
Berikutnya Budi Hendra Als Budi Bin Zul Andra, laki-laki , 47 Tahun, Islam, Swasta Rt. 01 Rw. 01 Dusun Lamo Kel. Sungai Bengkal Kec. Tebo Ilir Kab. Tebo.

"Penangkapan ketiganya juga disaksikan warga dan tokoh masyarakat sekitar," ungkap Kasat lagi.
Sementara itu lanjut Kasat ketiganya bakal dikenakan Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

Adapun barang bukti hasil kejahatan yang dimamankan adlalah, (satu) paket diduga narkotika jenis shabu seberat bruto 0,49 gram, (satu) buah alat hisap shabu (bong), (satu) buah pirek kaca, (satu) buah jarum kompor, (satu) buah mancis, (satu) buah plastik klip dan (satu) unit Hp merk samsung warna putih

Berikut kronologis penangkapan ketiganya, pada hari Jumat (15/5) pukul 07.00 wib berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di Penginapan Riak Danau Rt 01 Rw 01 Kec. Tebo Ilir Kab. Tebo sering terjadi transaksi narkotika jenis shabu. Kemudian tim Sat Resnarkoba dan tim Polsek Tebo Ilir melakukan penyelidikan dan ditemukan terlapor an. M. Toha Ishak CS sedang menggunakan diduga narkotika jenis shabu-shabu di dalam penginapan tersebut.

selanjutnya tim Sat Resnarkoba dan Polsek Tebo Ilir melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti tersebut di atas serta di akui kepemilikannya oleh terlapor an. M. TOHA,dkk. Selanjutnya terlapor dan barang bukti diamankan ke Polres Tebo untuk di proses lebih lanjut.

Untuk pengungkapan lebih lanjut  pihaknya telah engamankan BB dan tsk
 Selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan Saksi-saksi. Melakukan penyitaan terhadap barang bukti dan di uji bb ke laboratorium BPOM JAMBI. Melengkapi administrasi penyelidikan dan penyidikan, melaksanakan gelar perkara da melaksanakan proses penyidikan.(red)




Saturday, 16 May 2020

Sikap Gentle Sukandar Mendengar Rusunawa Ditolak Dokter Spesialis RSUD STS Tebo Sebagai Ruang Isolasi Bikin Terharu

Bupati Tebo, H.Sukandar

TEBO – Luar biasa jiwa dan sikap seorang kepala daerah Bupati Tebo, Sukandar ketika mendengar adanya penolakan dari dokter spesialis di RSUD STS Tebo jika Rusunawa dijadikan ruang isolasi untuk pasien Covid-9. Sontak tanggapan yang lugas dan penuh rasa kemanusiaan langsung dilontarkan oleh Bupati Tebo H.Sukandar ini penuh rasa haru.

Sebenarnya H.Sukandar sendiri sebelumnya mengaku belum menerima surat penolakan dari sejumlah dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Taha Saefudin (STS) Tebo, terkait rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo untuk menggunakan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) dirumah sakit tersebut untuk dijadikan tempat isolasi mandiri bagi pasien positif terpapar Covid-19 di Tebo

“Saya belum ada menerima surat tersebut,”ujarnya singkat.

Ketika ditanyakan kepadanya bagaimana sikap Pemkab Tebo tehadap penolakan para dokter spesialis tersebut yang salah satu alasan mendasar penolakan karena lokasi rusunawa dekat dengan Rumah Dinas (Rumdis) para dokter spesialis yang melakukan penolakan tersebut. Lagi-lagi Sukandar menanggapi dengan tenang dan tidak ingin terprovokasi dengan situasi yang jelimet saat ini, terlebih adanya alasan penolakan yang disampaikan melalui beberapa poin didalam surat edaran penolakan.

Sukandar juga dengan gamblangnya menyebutkan bahwa jika memang ada penolakan, dirinya akan menggunakan Rumdis Bupati Tebo sebagai tempat isolasi mandiri pasien positif Covid-19.

“Apabila ada penolakan rumah dinas bupati yang akan jadi tempat isolasi, biarlah saya yang keluar dari rumah dinas tersebut,”lanjutnya lagi.

Duuh sungguh sikap seorang kepala daerah yang lebih mendahulukan kepentingan masyarakatnya ketimbang dirinya. Tidak hanya itu saja, orang nomor satu dijajaran Pemkab Tebo tersebut terlihat kecewa dengan sikap para dokter spesialis tersebut.

“Yang mau di isolasi siapa? Hasil rapit semua yang di tes hasilnya negatif,” Sukandar balik tanya.

Sebelumnya beredar surat penolakan dari para dokter spesialis yang ada ditebo terkait Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Taha Saefudin (STS) Tebo yang direncanakan akan dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri mereka yang hasil ravid Testnya reaktif terpapar virus Corona atau Covid-19.

Dalam surat yang tertanggal 15 Mei 2020 dan ditujukan kepada Bupati Tebo yang ditandatangani oleh 13 orang dokter spesialis yang bertugas di RSUD STS Tebo, berisikan 6 poin, antara lain, pertama, Menolak Rusunawa dijadikan sebagai tempat karantina isolasi mandiri pasien positif Covid-19.

Dua, menggunakan Rusunawa sebagai tempat karantina melanggar protokol tata laksana Covid-19, tiga, dalam hal tindakan mereka (para dokter spesialis -red) menilai Yang telah dilakukan terhadap pasien positif Covid-19 ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan protokol tata laksana Covid-19.

Namun hingga berita ini, para dokter spesialis yang menandatangani surat penolakan tersebut belum berhasil dikonfirmasi, mereka dokter spesialis yang menolak tersebut antara lain Dr Ruqoyatul Himah, SPa, Dr Donal Purba, SpPD, Dr Tri Widiarni, SpKG, Dr Vitriyenti,SpPD, Dr Kurnia Sari Dewi, SpKK, Dr Rocky Edi,SpA, Drg M Reza SpPM, Dr Marno SpOG, Dr Zekky Richard,SpKK, Dr Surya Budiman,SpPD, Dr Yoke Fajar, SpB, Dr Duma Sari Siagiaan, SpP, Dr Kendrick Liong, SpOG.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada Direktur RSUD STS Tebo, Ketua Satgas Covid-19 RSUD STS Tebo, dan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Tebo.

Dalam suratnya para dokter spesialis ini juga menyebutkan penolakan sudah disampaikan kepada satgas Covid-19 RSUD STS Tebo dan manajemen RSUD STS Tebo, tapi tidak mendapatkan tanggapan.

Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, jika Pemkab Tebo tetap memaksa akan menggunakan Rusunawa sebagai tempat isolasi mandiri, maka para dokter spesialis tersebut disebut-sebut akan melakukan mogok dalam memberikan pelayanan medis.

“Informasinya begitu, kalau tetap lanjut rusunawa dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri, para dokter spesialis ini katanya akan melakukan mogok dalam memberikan pelayanan medis, benar tidaknya informasi tersebut saya kurang tau pasti,” ujar sumber sembari mewanti-wanti untuk merahasiakan namanya.(red)

Advertorial

Ekobis

Pemerintah

Hukrim

Edukasi

© Copyright 2019 Klik Tebo | All Right Reserved